Teknologi Diatas Awan (Resume Virtualisasi Chap.2)

Teknologi Cloud Computing

Ada beberapa macam teknik yang berkerja dibalik platform cloud computing sehingga membuat layanan cloud computing menjadi fleksibel, mudah digunakan dan dapat diandalkan, diantaranya adalah

  • Virtualization
  • Service-Oriented Architecture (SOA)
  • Grid Computing, Utility Computing

Virtualisasi (virtualization)

Virtualisasi adalah sebuah teknik yang mengizinkan penggunaan secara bersama-sama pada satu contoh fisik dari sebuah aplikasi atau sumber daya diantara beberapa organisasi atau customer. Hal ini dapat dilakukan dengan adanya penugasan sebuah nama logika kepada sumber daya fisik dan penyediaan sebuah pointer kepada sumber daya fisik yang dibutuhkan.

Ada 3 jenis virtualissi
1. Full virtualization, perangkat keras digunakan disimulasi seutuhnya. Perangkat lunak guest tidak membutuhkan modifikasi untuk menjalankannya.
2. Emulation virtualization, virtual machine mensimulasikan perangkat keras sehingga VM ini menjadi independen atau dapat berdiri sendiri, sistem operasi pada guest tidak membutuhkan adnya modifikasi.
3. Paravirtualization, perangkat keras tidak disimulasikan akan tetapi perangkat lunak guest menjalankan domain mereka secara terisolasi. Vmware vSphere merupakan infrastruktur yang menawarkan manajemen infrastrukstur framework untuk virtualisasi. Infrastruktur ini dapat memvirtualkan suatu sistem, storage dan perangkat keras jaringan.

Keuntungan Virtualisasi
  • Pengurangan Biaya Investasi Hardware. Investasi hardware dapat ditekan lebih rendah karena virtualisasi hanya mendayagunakan kapasitas yang sudah ada. Tak perlu ada penambahan perangkat komputer, server dan pheriperal secara fisik. Kalaupun ada penambahan kapasitas harddisk dan memori, itu lebih ditujukan untuk mendukung stabilitas kerja komputer induk, yang jika dihitung secara finansial, masih jauh lebih hemat dibandingkan investasi hardware baru.
  • Kemudahan Backup & Recovery. Server-server yang dijalankan didalam sebuah mesin virtual dapat disimpan dalam 1 buah image yang berisi seluruh konfigurasi sistem. Jika satu saat server tersebut crash, kita tidak perlu melakukan instalasi dan konfigurasi ulang. Cukup mengambil salinan image yang sudah disimpan, merestore data hasil backup terakhir dan server berjalan seperti sedia kala. Hemat waktu, tenaga dan sumber daya.
  • Kemudahan Deployment. Server virtual dapat dikloning sebanyak mungkin dan dapat dijalankan pada mesin lain dengan mengubah sedikit konfigurasi. Mengurangi beban kerja para staff IT dan mempercepat proses implementasi suatu sistem
  • Mengurangi Panas. Berkurangnya jumlah perangkat otomatis mengurangi panasnya ruang server/data center. Ini akan berimbas pada pengurangan biaya pendinginan/AC dan pada akhirnya mengurangi biaya penggunaan listrik
  • Mengurangi Biaya Space. Semakin sedikit jumlah server berarti semakin sedikit pula ruang untuk menyimpan perangkat. Jika server ditempatkan pada suatu co-location server/data center, ini akan berimbas pada pengurangan biaya sewa
  • Kemudahan Maintenance & Pengelolaan. Jumlah server yang lebih sedikit otomatis akan mengurangi waktu dan biaya untuk mengelola. Jumlah server yang lebih sedikit juga berarti lebih sedikit jumlah server yang harus ditangani
  • Standarisasi Hardware. Virtualisasi melakukan emulasi dan enkapsulasi hardware sehingga proses pengenalan dan pemindahan suatu spesifikasi hardware tertentu tidak menjadi masalah. Sistem tidak perlu melakukan deteksi ulang hardware sebagaimana instalasi pada sistem/komputer fisik
  • Kemudahan Replacement. Proses penggantian dan upgrade spesifikasi server lebih mudah dilakukan. Jika server induk sudah overload dan spesifikasinya tidak mencukupi lagi, kita bisa dengan mudah melakukan upgrade spesifikasi atau memindahkan virtual machine ke server lain yang lebih powerful
Kerugian Virtualisasi
  • Satu Pusat Masalah. Virtualisasi bisa dianalogikan dengan menempatkan semua telur didalam 1 keranjang. Ini artinya jika server induk bermasalah, semua sistem virtual machine didalamnya tidak bisa digunakan. Hal ini bisa diantisipasi dengan menyediakan fasilitas backup secara otomatis dan periodik atau dengan menerapkan prinsip fail over/clustering
  • Spesifikasi Hardware. Virtualisasi membutuhkan spesifikasi server yang lebih tinggi untuk menjalankan server induk dan mesin virtual didalamnya
  • Satu Pusat Serangan. Penempatan semua server dalam satu komputer akan menjadikannya sebagai target serangan. Jika hacker mampu menerobos masuk kedalam sistem induk, ada kemungkinan ia mampu menyusup kedalam server- server virtual dengan cara menggunakan informasi yang ada pada server induk

Service-oriented architecture (SOA)

Merupakan layanan yang memungkinkan sistem mengenal berbagai jenis platform, vendor,produk maupun teknologi. Suatu kumpulan prinsip dan standar desain yang fleksibel yang digunakan untuk perkembangan dan intregasi sistem. Sistem berbasis SOA yang diterapkan dengan benar merupakan srangkaian layanan yang digabungkan secara longgar yang dapat digunakan oleh konsumen layanan untuk memenuhi persyaratan layanan mereka dalam domain bisnis. Pada umumnya SOA digunakan sebagai aplikasi perusahaan dan cloud computing digunakan untuk memanfaatkan berbagai layanan berbasis internet. Penyedia layanan dpaat menawarkan berbagai layanan seperti layanan keuangan, layanan perawatan kesehatan, layanan manufaktur dan layanan SDM.

Grid Computing

Suatu komputasi jaringan atau mesin prosesor yang dikelola dengan semacam software seperti middleware. Mengacu pada komputasi terdistribusi, dimana sebuah grup dari beberapa komputer (super computer,database,PC) dari berbagai lokasi yang berjauhan secara geografis dan terintegrasi satu sama lain untuk menyelesaikan permasalahan yang sama. 
Tidak perlu khawatir darimana sumber daya komputer yang kita gunakan karena seseorang dapat langsung menyambungkan komputernya melalui internet dan aplikasi yang diinginkan agar segera dapat dieksekusi.

Infrastruktur Cloud Computing

Infrastruktur cloud computing terdiri dari server, perangkat penyimpanan, jaringan, cloud management software, penyebaran perangkat lunak, dan virtualisasi platform

Hypervisor adalah sebuah firmware atau low-level program yang bertindak sebagai sebuah virtual machine manager. Hypervisor mengizinkan untuk berbagi sebuah contoh fisik dari sumber daya cloud yang digunakan atara beberapa customer
Tugas dari hypervisor adalah untuk mengatur setiap operating system tersebut sesuai dengan gilirannya agar tidak mengganggu satu dengan yang lainnya. Terkadang, hypervisor juga disebut sebagai Virtual Machine Management (VMM), sesuai dengan tugasnya dalam mengatur beberapa virtual machine.

Pada setiap jenis komputer, seperti cluster computing, grid computing, PC ataupun mainframe, memiliki OS yang berbeda satu sama lain karena memiliki sistem yang juga berbeda. Setiap OS tersebut di desain sesuai dengan kebutuhan dari sistem masing masing. Untuk Hypervisor sendiri, didesain lebih mirip OS untuk mainframe dari pada Windows OS. Hal ini dikarenakan sebuah hypervisor, harus bisa mengatur beberapa sistem sekaligus, layaknya sebuah host melayani beberapa client pada mainframe.

Jenis Hypervisor

Secara umum Hypervisor di bagi menjadi 2 jenis yaitu: Baremetal Architectur yang dikenal dengan hypervisor tipe 1 dan Hosted Architecture yang dikenal dengan hypervisor tipe 2 

Hypervisor Type 1 (Baremetal Architecture)

Hypervisor tipe ini berjalan langsung diatas perangkat keras server, artinya tidak di perlukan sistem operasi lain untuk menjalankan hypervisor tipe 1 ini . dengan begitu hypervisor memiliki akses langsung ke hardware tanpa harus melewati OS.Contoh hypervisor tipe 1 adalah VMware ESXi. Kalau dilihat dari teknik virtualisasi yang digunakan, jenis satu ini adalah jenis hardware assisted

Hypervisor Type 2 (Hosted Architecture)

Hypervisor tipe ini berperan sebagai software untuk menjalankan dan mengatur virtual machine. Akses resource hardware yang dibutuhkan oleh virtual machine harus melewati OS.Contoh hypervisor tipe 2 adalah VMware Server. Berbeda dengan tipe 1, tipe 2 ini lebih cenderung ke OS assisted hypervisor (para virtualization) dan juga full virtualization. 
Contoh : containers, Microsoft hyper V, vmware fusion, virtual server 2005 R2, windows virtual PC dan vmware workstation 6.0.
  

Arsitektur cloud computing

Arsitektur cloud computing terdiri dari banyak komponen cloud yang digabungkan secara bebas. Secara luas arsitektur cloud dibagi menjadi dua bagian, yaitu front end dan back end.
Setiap ujung terkoneksi melalui jaringan yang biasanya adalah internet. Diagram dibawah ini menunjukkan gambaran umum dari arsitektur cloud computing.

a. Front end mengacu pada sisi klien dari sistem cloud computing. Bagian ini terdiri dari beberapa tatap muka dan aplikasi yang dibutuhkan untuk mengakses platform cloud computing. Contohnya – Web Browser.
b. Back end mengacu pada could itu sendiri. Bagian ini terdiri dari semua sumber daya yang dibutuhkan untuk menyediakan layanan cloud computing. Diantaranya adalah tempat penympanan data yang besar, virtual machine, mekanisme keamanan, layanan-layanan, deployment models, servers, dll.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagian back end bertanggung jawab menyediakan built-in mekanisme keamanan, pengontrolan trafik dan protokol. Server menggunakan beberapa protokol yang dikenal sebagai middleware, untuk melakukan komunikasi antar perangkat yang terkoneksi.


Virtual Komputer

Tiruan dari sistem komp yang memiliki fitur dan fungsi sama seperti komp dalam mengeksekusi seluruh sistem operasi (os).
Guest OS
Guest OS
Guest OS
Hypervisor
System Hardware

Guest OS
Guest OS
Guest OS
Hypervisor
Host Operating System

Virtual programming

Compiler bahasa pemrograman sebagai aplikasi klien yang bergerak pada layanan web.
-bisa menerima berbagai macam bahasa pemrograman, jadi bisa memilih bahasa pemrograman yang kita mau atau butuhkan.

Komentar